Potensi Pertanian Desa


Melihat Ragam Potensi Pertanian di Desa Slukatan, Mojotengah

Slukatan merupakan salah satu desa yang terletak di kaki Gunung Bismo. Dusun Slukatan, Bismo, dan Dusun Silandak yang mengelilinginya memiliki pesona masing-masing. Adanya air mata mudal, jembatan gantung, dan pendakian Gunung Bismo menambah pesona desa ini. Memiliki tanah yang subur dan mata air yang mengitari membuat Desa Slukatan kaya akan sumber daya alam dan potensi pertanian.

Bicara mengenai potensi pertanian, Desa Slukatan mempunyai potensi pertanian yang cukup besar. Dengan bentuk lahan yang berbukit-bukit, banyak petani yang menggunakan sistem terasering. Terasering merupakan metode pertanian dengan membuat teras-teras yang dilakukan untuk mengurangi panjang lereng, menahan air untuk mengurangi kecepatan dan jumlah aliran permukaan, serta memperbesar peluang penyerapan air oleh tanah. Melalui terasering tersebut, petani Desa Slukatan menghasilkan berbagai macam komoditas tanam seperti kopi, singkong, labu siam, cabai, tomat dan sayur-sayuran seperti pakcoy, kubis, dan sawi.

Petani di Desa Slukatan masih menggunakan cara tradisional dalam usaha taninya. Petani di Desa Slukatan masih menggunakan pupuk kandang, mengandalkan air hujan untuk mengairi lahannya, dan jarang menggunakan pestisida. Dengan cara ini petani dapat memperoleh hasil pertanian yang masih organik atau tidak tercampur dengan bahan kimia. Hasil tanam yang diperoleh dari lahan biasanya langsung dijual ke pasar-pasar di daerah Wonosobo.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa tiga dusun di Desa Slukatan memiliki pesona masing-masing terutama dalam bidang pertaniannya. Dusun Slukatan memiliki komoditas utama pertanian berupa kopi dan singkong yang dibudidayakan secara tumpang sari. Melalui sistem tumpang sari, petani dapat menanam komoditasnya secara bergantian. Berbeda dengan Dusun Slukatan, Dusun Bismo memiliki komoditas utama pertanian berupa labu siam. Tanaman labu siam termasuk baru bagi para petani di Dusun Bismo karena baru dikenalkan pada tahun 2019 lalu. Sebelum labu siam, komoditas utama petani di Dusun Bismo adalah sayuran seperti cabai, pakcoy, dan kubis. Selain sayuran, Dusun Bismo juga mempunyai komoditas lain yang berasal dari alam yaitu madu yang diperoleh dari hutan di sekitar dusun. Sementara di Dusun Silandak, hampir sama seperti Dusun Slukatan, komoditas unggulannya adalah kopi.

Desa Slukatan memang sudah terkenal dengan hasil komoditas kopi-nya yang khas. Perkebunan kopi di Desa Slukatan sudah berjalan lama sejak tahun 90-an. Memiliki hawa yang sejuk dan dingin membuat Desa Slukatan cocok ditanami dengan kopi. Komoditas kopi yang dibudidayakan oleh warga Desa Slukatan adalah kopi Arabica. Kopi Arabica adalah jenis kopi yang mempunyai khas dan mempunyai kadar acidity yang tinggi. Hal ini menandakan bahwa  kopi Arabica merupakan kopi dengan kualitas tinggi.

Pengolahan kopi di Desa Slukatan mayoritas masih diolah secara tradisional tanpa menggunakan mesin. Namun, ada beberapa warga yang sudah mulai beralih menggunakan mesin untuk mengolah kopinya. Pengolahan kopi di Desa Slukatan dilakukan dengan proses yang tidak singkat. Pada awalnya, kopi yang sudah matang sempurna harus segera di panen. Setelah itu biji kopi yang sudah dipanen masuk ke tahap pengelupasan kulit dan pengeringan dengan cara dijemur. Baru setelah dijemur, biji kopi siap digiling untuk dijadikan bubuk kopi.

Petani kopi yang hanya mengolah kopinya sampai biji kopi kering biasanya menjualnya melalui tengkulak yang sering datang ke desa. Berbeda dengan petani yang mengolah kopi sampai ke tahapan kopi bubuk, biasanya petani tersebut sudah mempunyai kemasan dan brand kopi sendiri serta mempunyai pelanggan tetap. Kopi Desa Slukatan bisa dijumpai secara offline maupun online melalui aplikasi jual beli online seperti Shopee dan Tokopedia. Kopi Desa Slukatan saat ini telah memiliki banyak peminat baik yang berasal dari Wonosobo maupun luar daerah.

 


Total Dibaca